Bursa Wall Street melemah imbas penurunan saham Apple

New York (ANTARA News) – Saham-saham di Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena penurunan tajam saham Apple membebani pasar secara keseluruhan di tengah data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 109,91 poin atau 0,43 persen, menjadi berakhir di 25.270,83 poin.

Sementara, indeks S&P 500 berkurang 17,31 poin atau 0,63 persen, menjadi ditutup di 2.723,06 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 77,06 poin atau 1,04 persen, menjadi 7.356,99 poin.

Saham Apple jatuh 6,63 persen pada penutupan, merusak sektor teknologi yang lebih luas. Pembuat ponsel pintar AS itu melaporkan laba dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan pada Kamis (1/11). Namun, pengiriman iPhone-nya meleset dari perkiraan.

Sembilan sektor dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor teknologi dan real estat masing-masing turun 1,89 persen dan 0,93 persen, memimpin pelambanan.

Di bidang ekonomi, total payroll (gaji) pekerjaan non pertanian AS meningkat 250.000 pada Oktober, dengan mudah mengalahkan perkiraan, menurut laporan oleh Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (2/11).

Penambahan lapangan pekerjaan terjadi di bidang perawatan kesehatan, manufaktur, konstruksi, transportasi dan pergudangan, kata laporan itu.

Jumlah uang yang diperoleh pekerja rata-rata naik 0,18 persen pada bulan lalu menjadi 27,30 dolar AS per jam, juga melampaui ekspektasi.

Sementara itu, tingkat pengangguran AS tetap 3,7 persen pada Oktober, sesuai dengan konsensus pasar.

Laporan pekerjaan yang solid mengindikasikan ekonomi AS yang kuat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bahwa kenaikan upah dan meningkatnya tekanan inflasi akan mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada laju yang lebih cepat, para ahli mencatat.

Baca juga: Bursa Wall Street naik didukung laba perusahaan dan data ekonomi
Baca juga: Apple rilis iOS 12.1 hadirkan fitur baru

 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018