BEI: percepatan siklus penyelesaian transaksi telah siap

Jakarta, 31/10 (Antara) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi menjadi dua hari (T+2) dari sebelumnya tiga hari (T+3) telah siap.

“Selama proses pengujian, implementasi T+2 di bursa kita sudah bisa dilaksanakan,” ujar Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam edukasi Wartawan Pasar Modal bertema “Sosialisasi Penyelesaian Transaksi T+2” di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan bahwa selama proses pengujian pihaknya bersama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) rutin melakukan perdagangan uji coba (mock trading) dengan pihak terkait seperti anggota bursa, bank kustodian, dan vendor.

Ia mengatakan salah satu tujuan implementasi T+2 di pasar saham Indonesia adalah harmonisasi siklus penyelesaian transaksi dengan bursa-bursa global, meningkatkan efisiensi penyelesaian transaksi, dan meningkatkan likuiditas pasar.

“Saat ini negara-negara dari Kawasan Eropa, Asia, dan Amerika sudah mulai mempercepat siklus penyelesaian transaksinya menjadi T+2,” katanya.
Menurut dia, dengan waktu penyelesaian yang lebih cepat, efek yang telah dibeli oleh investor dapat dijual kembali dalam waktu yang lebih singkat sehingga pasar menjadi lebih likuid.

“Mempercepat siklus penyelesaian akan membantu memitigasi risiko pasar dengan mengurangi ‘exposure’ antara pihak yang bertransaksi dan Lembaga Kliring dan Penjaminan itu sendiri,” katanya.

Kepala Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Proyek KPEI, Jerri Parulian menambahkan perkembangan dan integrasi sistem teknologi informasi di pasar modal Indonesia saat ini memungkinkan penyelesaian transaksi lebih efisien dan lebih cepat dari T+3.

“Instruksi T+2 akan mempersingkat penyelesaian transaksi, sejalan dengan bursa global seperti bursa saham Amerika Serikat, Inggris, India, Hong Kong, Korea Selatan, Australia, Vietnam, dan Thailand,” paparnya.

Ia menyampaikan bahwa untuk mencegah dampak kompleksitas terhadap perubahan sistem, maka SRO (Self Regulatory Organization) pasar modal mengusahakan agar tidak terdapat “recording date” aksi korporasi pada masa transisi T+2, yakni pada tanggal 26 hingga 28 November 2018.

Sedianya, implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi menjadi dua hari (T+2) di Bursa Efek Indonesia pada 26 November 2018. Sementara bursa Singapura juga sedang berlangsung proses itu, dan rencananya akan berlangsung pada 10 Desember 2018. 
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2018