Kempar pakai metode untuk bisa mengalihkan tujuan turis asing ke Indonesia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Segala upaya Kementerian Pariwisata lakukan untuk bisa menjaring turis ke Indonesia. Semisal dengan menggunakan teknologi CDM (Competing Destination Model) untuk menjaring wisatawan mancanegara (wisman) datang berkunjung.

Teknologi ini hasil kerjasama dengan Zamplus Technology Inc, Shanghai Data Exchange Corp, dab Kementerian Pariwisata memantau langsung alur looking, booking, payment (LBP).

“CDM mendapatkan booking wisman China. Wisman dari China yang memilih berwisata ke Indonesia sudah Looking, Booking, Payment. Saya pantau sampai betul-betul konkret. Bulan September naik signifikan,” ujar Menteri Arief Yahya dalam keterangan pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (18/10).

Ia melanjutkan di China untuk bisa booking harus sudah payment dulu jadi lebih meyakinkan atau tidak ada pemesanan tanpa pembayaran terlebih dulu. “Teknologi digital bisa menjangkau apa saja yang selama ini terlalu sulit dan dianggap tidak masuk akal,” tambahnya.

Selain gaet turis asal negeri tirai bambu, Kempar akan menerapkan teknologi CDM untuk menjaring wisman dari seluruh pasar potensial di mancanegara antara lain Singapore, Malaysia, Australia, Eropa Amerika, dan Timur Tengah.

Lewat CDM memungkinkan audience atau viewers untuk mengubah keinginan mereka bahkan membelokkan tujuan berwisata dengan menyisipkan promosi Wonderful Indonesia di saat yang tepat. Timeline yang kritis itu adalah ketika mereka sedang searching, sebelum booking, sampai membuat keputusan booking dan payment.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Markus Sumartomjon

Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Markus Sumartomjon

WISATA