Pengunjung Jakarta Aquarium Neo Soho bisa mencapai 40.000 orang per bulan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setelah soft launcing pada Marte 2017 lalu, Jakarta Aquarium Neo Soho resmi diluncurkan. Tempat rekreasi untuk melihat berbagai binatang laut tersebut hadir di pusat perbelanjaan Neo Soho Jakarta Barat menempati area seluas 7.200 meter persegi (m²).

Destinasi wisata baru bagi masyarakat di Jakarta tersebut diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pada Selasa (16/10). Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang haus rekreasi, sekarang tidak perlu harus jauh-jauh lagi. Di Jakarta Aquarium Neo Soho, anda dan keluarga bisa melihat berbagai jenis satwa laut.

Jakarta Aquarium Neo Sojo dikelola oleh Taman Safari Indonesia. Destinasi wisata ini dirancang dengan standar dunia ini merupakan tempat konservasi alam dan satwa yang memiliki konsep edutaiment.

Hans Manansang, Deputi Director PT Taman Safari Indonesia mengatakan, jumlah pengunjung Jakarta Aquarium Neo Soho terus mengalami peningkatan setelah soft launching pada tahun lalu. “Pengunjuang pada bulan-bulan biasa mencapai 20.000-25.000 setiap bulan. Namun saat high season, pengunjung bisa mencapai 40.000 per bulan.” kata Hans dalam siaran persnya, Selasa (16/10).

Hans menambahkan, jumlah jenis satwa mulai dari reptil, serangga dan beragam jenis iklan laut akan terus ditambah di Jakarta Aquarium Neo Soho. Pihaknya berharap, jumlah pengunjung destinasi wisata tersebut bisa semakin meningkat.

Menurut Hans, Jakarta Aquarium sangat tepat untuk dikunjungi oleh keluarga untuk memperkenalkan keragaman hayati nusantara kepada generasi muda. Destinasi wisata ini bisa dijadikan sebagai tempat belajar mengenal hewan-hewan di dalam laut.

Dalam peresmian tersebut, Jakarta Aquarium Neo Soho juga mengusung gerakan Lautku Bersih. Itu adalah langkah mereka untuk mengajak masyarakat lebih menghargai kebudayaan dan keindahan laut. Dalam gerakan tersebut, diperkenalkan produk-produk yang bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan plastik seperti kantong berbahan singkong, sedotan dari kertas, sendok dan garpu kayu.

“Kami berharapa dengan melihat keindahan dan kekayaan bawah laut Indonesia di jakarta Aquarium, pengunjung dapat lebih bijaksana mengurangi penggunaan plastik dan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya,” tambah Hans.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Yoyok

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Yoyok

INDUSTRI HIBURAN