Kemendikbud Lacak Sekolah Tempat Siswa Teriak Ganti Presiden

Jakarta – Kemendikbud belum mengetahui sekolah tempat video viral anak sekolah berseragam pramuka berteriak ‘ganti presiden’. Pihaknya masih melacak sekolah tersebut.

“Kita sedang lacak. Kita usut sekarang ada di mana itu kejadiannya,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menyebut aksi tersebut tidak dibenarkan. Guru yang terlibat juga terancam sanksi dikeluarkan dari sekolah.

“Teguran keras, yang paling berat ya dikeluarkan,” ujar Muhadjir.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kwarnas Gerakan Pramuka dan Kemenpora untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ia meminta supaya para siswa tidak dipengaruhi politik praktis, apalagi di tempat pendidikan.

“Kita terus melakukan pemantauan secara ketat. Tapi masalahnya adalah kejadiannya itu kemungkinan besar di luar sekolah. Menurut aturan yang tidak boleh itu kan di lembaga pendidikan,” sebut Muhadjir.

“Siswa tidak boleh diberi indoktrinasi yang belum waktunya, yang tidak sesuai dengan yang seharusnya sebagai seorang siswa,” sambungnya.

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial soal sekumpulan anak sekolah yang mengenakan seragam pramuka berteriak-teriak ‘ganti presiden’. Mereka berada di sebuah pelataran gedung, yang belum diketahui lokasinya.

Dalam video itu terlihat beberapa orang dewasa. Salah satunya memimpin untuk memberikan aba-aba. Awalnya ia meminta anak-anak ini meneriakkan takbir ke hadapan kamera. Kemudian pria tersebut mulai meneriakkan soal ‘2019 ganti presiden’.

“2019…,” teriak pria itu memberi aba-aba.

“Ganti presiden,” balas anak-anak yang memakai baju pramuka dengan semangat.
(dkp/jbr)