Menu kopi makin beragam guna memikat kaum milenial

KONTAN.CO.ID – Bisnis kedai kopi terus menjamur di negeri ini. Pemain baru juga terus bermunculan, meski pemain lama juga terus bertahan.  

Kondisi ini terlihat pada Franchise and License Bussiness Expo, Cafe and Basserie Indonesia Expo, dan Retail Solution Expo Indonesia yang digelar sejak Jumat (5/10) sampai Minggu (7/10). Usaha kopi nampak memadati setengah area pameran. 

Besarnya pasar menjadi salah satu faktor pendukungnya. Ryo Saputra Limijaya, Head of Sales and Marketing Anomali Coffee menilai, bisnis kedai kopi masih populer. “Pasarnya pun kian berkembang, terutama di luar Jakarta,” terangnya. 

Namun, dia tidak menampik soal persaingan yang kian kencang. Pelayanan yang baik dan memuaskan jadi kunci penting untuk mempertahankan laju usaha. “Untuk konsumen, service nomor satu dan produk nomor dua, sehingga kami selalu perhatikan kualitas pelayanan,” pesannya.  

Selain itu, para pemain juga sebaiknya mengikuti tren bisnis yang sedang berkembang. Sebab, kini, kalangan milenial menjadi poin penting dalam pengembangan bisnis di kemudian hari.  

Selain menampilkan interior yang menarik atau Instagramable, ragam pilihan menu juga jadi pertimbangan. Sebab, tidak semua konsumen yang datang memilih menu kopi. Ryo bilang, Anomali Coffee pun terus mengembangkan produknya. Yang terbaru, ada es kopi kolek, es kopi pisang hijau, dan chocolate Indonesia.

Ali Kopi yang berpusat di kawasan Kalideres, Jakarta Barat pun melakukan hal yang sama. Kedai ini juga menyediakan beragam variasi kopi kekinian. Misalnya, kopi dengan topping foam keju dan kopi dengan sirup aneka rasa. 

Rustadi, Barista Ali Kopi mengakui, menu-menu tersebut banyak disukai pelanggan milenial. Tak ketinggalan, nama menu yang dibuat kekinian menjadi pengundang rasa penasaran konsumen.  

Meski demikian, kopi manual brew juga tetap mereka sediakan. Sebab, menu kopi punya cara penyeduhan unik ini masih menjadi perburuan para penggemar kopi.  

Disisi lain untuk mempertahankan roda bisnis terus berjalan, konsep gerai pun juga wajib dibuat senyaman mungkin sesuai dengan target pasar. Ali Kopi membuat gerainya berlantai dua dengan tambahan roof top. Ruang di lantai dua ini menjadi tempat favorit anak muda di kala akhir pekan. Mereka juga suka berbagi ilmu soal penyeduhan kopi.

Ali menambahkan bisnis kedai kopi ini masih potensial hingga tahun -tahun kedepan. Munculnya komunitas penggemar kopi menjadi penanda bakal langgengnya sektor usaha ini. “Pasar terus berkembang dan mulai teredukasi dengan produk kopi, sehingga tidak perlu upaya besar untuk memperkenalkannya,” katanya. 

Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

BISNIS KULINER