Menakar manis cuan Tekokabe Nyoklat

KONTAN.CO.ID – Siapa tak suka minuman cokelat. Legit rasa cokelat memang menggoda. Apalagi, cokelat dipercaya dapat memberikan rasa rileks. Inilah yang membuat pasar minuman cokelat begitu luas.

Pemain minuman cokelat pun terus bermunculan. Salah satunya, Risky Hendrata yang membuka Tekokabe Nyoklat sejak 2015 di Malang. Lalu, Risky menawarkan kemitraan pada awal 2018. Kini, sudah ada 18 gerai mitra yang tersebar di sejumlah kota di Jawa Timur.  

Menyasar konsumen kalangan menengah ke bawah, Risky menjual produknya mulai Rp 5.000–Rp 10.000 per cup. Ia juga menyiapkan delapan varian minuman cokelat, seperti nyoklat susu, nyoklat nemen, dan nyoklat pisang. 

Risky mengklaim, kelebihan produknya terletak pada penggunaan gula asli 100% sehingga tak merusak rasa cokelat serta aman untuk dikonsumsi. 

Tekokabe Nyoklat menawarkan empat paket kemitraan. Pertama, paket hemat dengan investasi Rp 3,8 juta. Fasilitas yang didapatkan adalah satu unit booth portable, bahan baku awal, peralatan masak, branding, dan pelatihan.

Kedua, paket I dengan investasi Rp 6,5 juta. Fasilitas yang diberikan adalah satu unit booth dengan meja lipat, bahan baku, branding, pelatihan, dan peralatan masak. Ketiga, paket II dengan investasi Rp 9 juta. Dan, keempat, paket III senilai Rp 12 juta. 

Fasilitas yang didapatkan sama dengan paket sebelumnya. Perbedaannya hanya pada kelengkapan peralatan masak dan ukuran booth. 

Untuk menjamin rasa tetap sama di semua gerai dan menjaga kualitas produk, mitra wajib mengambil bahan baku utama dari pusat. 

Berdasarkan perhitungan Risky, waktu balik modal mitra sekitar satu sampai empat bulan. Dengan catatan dalam sehari bisa menjual sekitar 40–50 cup. Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, porsi keuntungan bersih yang bisa dikantongi mitra sekitar 45% dari total omzet per bulan. 

Sampai dengan akhir tahun, Risky memasang target bisa membuka sekitar 25 gerai baru milik mitra. Untuk mencapai jumlah tersebut dia selalu melakukan promosi melalui berbagai media sosial. Salah satunya lewat  Instagram. 

Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

KEMITRAAN