TKN Jokowi Anggap Sandi Lebih Aktif Kampanye Sebuah Strategi

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menilai aksi cawapres Sandiaga Uno yang lebih gencar berkunjung ke berbagai lokasi dibandingkan capres Prabowo Subianto merupakan sebuah strategi. TKN Jokowi-Ma’ruf menduga pihak lawan ingin menaikkan popularitas Sandiaga yang masih rendah.

“Harus dilihat bahwa memang popularitas Sandi sangat rendah, dibandingkan Prabowo. Kalau Prabowo kan sudah beberapa kali maju cawapres, kemarin di 2014 maju (capres), kalau dilihat dari segi popularitasnya, saya rasa hampir sama lah dengan pak Jokowi. Yang belum itu kan pak Sandiaga, Sandi ini mungkin, timnya melihat bahwa mendongkrak elektabilitas dari pak Prabowo-Sandi, mungkin begitu, dari pihak mereka,” kata Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, saat dihubungi, Jumat (12/10/2018).


Ace kemudian menyoroti hal lain terkait anggapan Sandiaga yang lebih aktif dibandingkan Prabowo. Menurut dia, hal itu bisa jadi disebabkan oleh penampilan Prabowo di ruang-ruang publik kerapkali mengundang kontroversi.

“Ya buat saya sebetulnya itu hak dari mereka, strategi mereka seperti apa untuk mengangkat elektabilitasnya, tapi ruang terbuka bagi pak Prabowo untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi gagasan kampanye itu kan sebetulnya tidak terlihat, menurut saya tidak kuat di mata masyarakat, sekarang misalnya penampilan pak Prabowo di dalamn pertemuan-pertemuan kan menimbulkan kontroversi,” ujar dia.

Ace memberikan contoh saat Prabowo menyinggung slogan kampanye Presiden AS Donald Trump. Simpati masyarakat, sambung Ace, menurun dengan pernyataan Prabowo itu.

“Misalnya soal dia mengutip Trump kan, ‘Make Indonesia Great Again’. Itu kan menurut saya alih-alih mendapatkan simpati masyarakat, yang terjadi menurut saya dalah justru kok mencontoh Trump, kita tahu kan Trump seperti apa,” ujar dia.

Sebelumnya, jubir TKN Arya Sinulingga menyoroti calon wakil presiden Sandiaga Uno yang gencar berkunjung ke berbagai lokasi. TKN menyebut jika Sandi tetap aktif sedangkan Prabowo Subianto pasif maka pasangan itu akan kalah.

“Kalau Sandi terus yang muncul maka saya yakin Pak Prabowo pasti kalah,” kata Arya kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

TKN berpandangan seharusnya Prabowo ikut tampil seperti Sandi. Masyarakat seharusnya lebih melihat dari sisi tampilnya Prabowo, bukan hanya tampilnya Sandi.
(knv/knv)