Polisi Panggil Amien Rais soal Hoax Ratna Sarumpaet Hari Ini

Jakarta – Polda Metro Jaya hari ini melayangkan panggilan kedua ke Amien Rais terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet. Amien pun memastikan akan hadir memenuhi panggilan tersebut.

Penyidik Polda Metro Jaya nantinya akan meminta klarifikasi informasi kepada Amien. Amien dijadwalkan diperiksa sebagai saksi pada pukul 10.00 WIB.

“Penyidik itu, setelah memeriksa Ratna Sarumpaet, ada hal-hal yang perlu diklarifikasi Pak Amien Rais. Oleh sebab itu, penyidik memanggil Pak Amien Rais untuk klarifikasi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/10).


Amien pun memastikan dirinya akan hadir memenuhi panggilan Polda Metro Jaya hari ini. Namun Amien mengatakan akan menyampaikan fakta menarik setelah menjalani pemeriksaan.

“Saya akan datang di Polda ya. Setelah itu, saya akan membuat fakta yang insyaallah akan menarik perhatian ya,” kata Amien Rais di Posko Pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/10).

Hadirnya Amien Rais memenuhi panggilan Polda Metro Jaya juga akan dikawal massa aksi kawal Amien Rais. Polisi pun sudah menerima surat pemberitahuan terkait aksi kawal Amien Rais dan polisi siap melakukan pengamanan.

“Sudah ada pemberitahuan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (9/10).

Argo menyebut ada sekitar 500 orang massa yang akan mengawal Amien Rais ke Polda. “Ada 500 orang besok, sesuai dengan pemberitahuan,” kata Argo.

Argo berharap aksi tersebut berjalan tertib. Massa juga diminta tidak membawa barang-barang terlarang.

“Yang terpenting bahwa kami lakukan pengamanan. Kami berharap tidak melakukan hal yang tidak diinginkan, seperti merusak fasilitas umum. Membawa sajam itu nggak boleh,” imbuhnya.

Polda Metro Jaya sebelumnya melayangkan panggilan kepada Amien Rais pada 5 Oktober 2018 lalu. Namun Amien tak memenuhi panggilan karena terkendala waktu dan adanya kesalahan administrasi pada surat pemanggilan.
(nvl/dkp)