Segera Vaksinasi, Ini Bahaya Virus MR Jika Terpapar Pada Ibu Hamil

JawaPos.com – Angka cakupan imunisasi vaksin campak rubella atau Measles Rubella (MR) dibeberapa provinsi di Indonesia masih rendah. Setidaknya ada delapan provinsi dengan cakupan imunisasi MR yang masih rendah dengan rata-rata di bawah 40 persen.

Sehingga niat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengeliminasi virus ini tahun 2020 dikhawatirkan sulit tercapai. Padahal, vaksinasi MR tak boleh dianggap remeh karena bisa menghindari anak dari kecacatan atau lahir dengan katarak.

Tak hanya pada anak, seseorang yang merencanakan kehamilan ada baiknya ikut vaksinasi MR. Kenapa? Sebab, ibu hamil yang terinfeksi rubella dapat menyebabkan cacat pada otak, jantung, mata, dan telinga pada bayi dan meningkatkan risiko keguguran dan stillbirth (bayi lahir mati). Hanya saja, vaksin ini tidak boleh diberikan saat seseorang hamil, melainkan sebelum hamil.

vaksinasi MR, vaksin rubella, campak rubella,Info grafis cakupan imunisasi campak rubella atau MR yang rendah dibeberapa provinsi. (Rofiah Drajat/JawaPos.com)

“Janin-janin ini yang harus diwaspadai. Karena jangan sampai tertular dari bumil yang belum kebal, maka sebelum hamil wajib diberikan vaksin,” tukas Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD, kepada JawaPos.com, Jumat (14/9).

Selain itu, Virus MR juga dapat menyebabkan katarak kongenital yaitu suatu kekeruhan pada lensa mata yang sudah ada sejak lahir atau segera setelah lahir, tanpa adanya rasa nyeri. Bayi lahir kena katarak penyebabnya bisa macam-macam.

“Paling sering itu terekspos adalah dari virus rubella. Meski sebenarnya bayi cacat saat lahir bisa dari virus macam-macam baik rubella, cacar, campak. Macam-macam,”¬†sambungnya.

Menurutnya, ibu hamil sangat rentan dengan berbagai serangan virus. Sebab perempuan daya tahan tubuhnya di fase itu sedang menurun, ditambah mengurusi satu nyawa lainnya.

“Daya tahan menurun, tapi bebannya meningkat. Bumil relatif lebih lemah. Kalau itu terjadi maka rentan menimbulkan efek bisa kena ke janin,” katanya.

Kristoforus menilai jika bayi yang terpapar katarak saat lahir lalu dioperasi, umumnya bisa sembuh jika hanya masalah pada mata. Namun jika memang terkena virus rubella, dia khawatir ada rentetan dampak lainnya yang akan dialami.

“Karena itu pemeriksaan harus lebih detail, mana yang diperiksa. Jika satu sudah negatif, bisa jadi yang satu positif. Itu harus melewati serangkaian uji tes dari dokter yang menangani,” ungkapnya.

(ika/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.