Monthly Archives: June 2018

Viral ‘Stadium Buka Lagi’, Begini Faktanya

Jakarta – Media sosial diramaikan dengan bahasan soal diskotek Stadium Club yang ditutup Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2014, dibuka kembali. Stadium Club dikabarkan berganti nama menjadi 108 The New Atmosphere.

Terkait kabar tersebut, manajemen 108 The New Atmosphere buka suara. Dijelaskan bahwa yang akan dibuka pada tanggal 2 Juni 2018 mendatang adalah 108 The New Atmosphere, dan berbeda dengan Stadium Club.

“Sehubungan dengan adanya isu yang beredar di media sosial dan media online mengenai kabar bahwa Stadium Club telah dibuka kembali dan berganti menjadi 108 The New Atmosphere. Kami dari Management 108 The New Atmosphere mengklarifikasi bahwa berita-berita tersebut tidak benar dan berpotensi meresahkan masyarakat,” demikian keterangan dari manajemen 108 The New Atmosphere.


detikcom menerima surat keterangan manajemen 108 The New Atmosphere melalui Kadis PTSP Edy Junaedi, Jumat (29/6/2018). Surat tersebut menegaskan bahwa 108 The New Atmosphere berbeda dengan lokasi Stadium Club dulu

“108 The New Atmosphere beralamat di Jalan Hayam Wuruk nomor 108. Sedangkan Stadium Club berada di Jalan Hayam Wuruk nomor 111,” tulis pernyataan tersebut.

Pihak Management 108 juga menyertakan bukti foto bangunan dari 108 The New Atmosphere. Berikut klarifikasi lengkap dari pihak Management 108 terkait kabar dibukanya kembali Stadium Club:

Klarifikasi Resmi Management 108

Sehubungan dengan adanya isu yang beredar di media sosial dan media online mengenai kabar bahwa Stadium Club telah dibuka kembali dan berganti menjadi 108 The New Atmosphere

Kami dari Management 108 The New Atmosphere mengklarifikasi bahwa berita-berita tersebut tidak benar dan berpotensi meresahkan masyarakat.

Adapun berita yang tidak benar itu sebagai berikut:
1. 108 The New Atmosphere beralamat di Jalan Hayam Wuruk no. 108
2. Sedangkan Stadium Club berada di Jalan Hayam Wuruk no. 111

Diharapkan agar semua elemen masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi berita tersebut yang beredar di media sosial.

Demikian pernyataan klarifikasi ini kami sampaikan.
(yas/rna)

Sumber Berita: detik.com

Divonis Mati, Aman Abdurrahman Resmi Tak Ajukan Banding

Jakarta – Aman Abdurrahman resmi tidak mengajukan banding atas putusan hukuman mati terhadapnya. Aman terbukti bersalah menjadi penggerak sejumlah teror di Indonesia, termasuk bom Thamrin pada 2016.

“Tidak ada banding baik dari pengacara maupun ustaz Oman sendiri,” kata kuasa hukum Aman, Asludin Hatjani, ketika dihubungi detikcom, Jumat (29/6/2018).

Asludin mengatakan pihak keluarga Aman memintanya tidak mengajukan hak banding. Sebab menurutnya, pihak keluarga yakin ajal telah ditentukan oleh Allah.

“Saya sebagai pengacara diminta oleh ustaz Oman untuk tak banding, keluarga sendiri hanya menyampaikan bahwa ajal itu sudah ditentukan oleh yang di atas, Allah SWT,” ujarnya.


Aman mendapat vonis hukuman mati tepat pada Jumat (22/6) lalu. Dengan tidak diajukan banding, maka putusan tersebut inkrah.

Sebelumnya diberitakan, Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman divonis hukuman mati. Aman terbukti menjadi penggerak sejumlah teror di Indonesia, termasuk bom Thamrin pada 2016.

“Menyatakan terdakwa Aman Abdurrahman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati,” ujar hakim ketua Akhmad Jaini membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).
(yld/bag)

Sumber Berita: detik.com

Fredrich Yunadi Hadapi Vonis Kasus Hilangnya Novanto Hari Ini

Jakarta – Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi bakal menghadapi sidang vonis dalam kasus dugaan merintangi penyidikan Novanto dalam kasus e-KTP hari ini. Persidangan bakal digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

“Agenda sidang vonis pukul 10.00 WIB,” ujar jaksa KPK M Takdir saat dihubungi, Rabu (27/6/2018).

Vonis ini bakal dibacakan setelah Fredrich membacakan pleidoi selama sekitar 9,5 jam pada Jumat (22/6) lalu.


Fredrich sendiri menyerahkan putusan kepada hakim. Namun, dia berharap divonis bebas karena merasa tak bersalah dalam kasus ini.

“Ya bebas lah, kita mau begitu tapi kita tidak tahu ini sudah tercampur dendam. Kalau orang dendam kita sulit, saya mengoreksi pemalsuan saja tidak jawab, dia (jaksa KPK) keberatan soal bahasa,” ucap Fredrich usai pembacaan pleidoi.

Dia pun menuding jaksa KPK membuat cerita fiktif dalam analisa yuridis di surat tuntutan. Bahkan dia menilai majelis hakim telah memihak ke jaksa KPK karena mengabulkan kedua saksi ajudan Setya Novanto AKP Reza Pahlevi dan Politikus Golkar Aziz Samual tidak dihadirkan dalam persidangan

Dalam perkara ini, Fredrich dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider kurungan 6 bulan. Jaksa KPK menyebut Fredrich membuat rencana Setya Novanto dirawat di rumah sakit agar tidak bisa diperiksa dalam kasus proyek e-KTP oleh penyidik KPK. Fredrich pun menghubungi dokter Bimanesh Sutarjo karena kliennya ingin dirawat di RS Medika Permata Hijau.
(haf/haf)

Sumber Berita: detik.com

5 Menit untuk 5 Tahun, Tentukan Pemimpin Daerahmu Hari Ini!

Jakarta – 171 Daerah menggelar pencoblosan pilkada serentak hari ini. Jangan berpangku tangan, gunakan hak pilihmu, pilih pemimpinmu!

Sebelum berangkat mencoblos hari ini, pastikan dulu Anda telah mendapat formulir C6-KWK alias formulir yang berisi surat pemberitahuan waktu dan tempat pemungutan suara. Dalam formulir ini tertera nama pemilih, nomor urut pemilih, tempat pemungutan suara (TPS), nama desa atau kelurahan, dan kecamatan.

Selain itu, siapkan KTP elektronik atau e-KTP untuk dibawa ke TPS. Jika belum memiliki e-KTP, Anda boleh membawa formulir C6 saja.

TPS akan dibuka pada pukul 07.00 WIB dan ditutup pada pukul 13.00 WIB. Walaupun diberi waktu sampai siang, proses memilih sebetulnya tak perlu waktu lama, sekitar 5 menit saja.

Prosedur nyoblos di Pilkada Serentak 2018.Prosedur nyoblos di Pilkada Serentak 2018. Foto: Kiagus/detikcom

Jika ternyata Anda tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan Anda sudah mengecek secara online dan offline soal status DPT namun tidak ada nama Anda, tidak perlu khawatir. Anda tetap bisa memberikan hak suara di Pilkada 2018 sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Syarat agar bisa tetap memilih, Anda perlu membawa e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Dukcapil dan kartu keluarga (KK) asli. Tentu saja ini untuk memastikan bahwa Anda benar-benar memiliki hak suara.

Nantinya, petugas KPPS di TPS akan mengecek apakah Anda memang belum terdaftar di DPT. Petugas juga akan memastikan e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Dukcapil sesuai dengan alamat TPS di tingkat RT/RW.

Jika semua sudah terverifikasi sebagai pemilih tambahan, Anda hanya tinggal menunggu dipanggil saja. Anda baru dapat menggunakan hak suara pada pukul 12.00-13.00 waktu setempat. Apabila surat suara sudah habis di TPS tersebut, Anda akan diarahkan untuk mencoblos di TPS terdekat dalam kelurahan yang sama.

Prosedur untuk masuk ke dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).Prosedur untuk masuk ke dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Foto: Fuad Hashim/detikcom

Bekerja sama dengan 4 lembaga survei politik kredibel, detikcom akan menampilkan hasil quick count sejumlah daerah yang menggelar pilkada. Keempat lembaga tersebut adalah Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Indo Barometer, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dan Charta Politika. Tak hanya quick count, ada juga data exit poll yang akan disajikan oleh SMRC. Selain itu, detikcom juga akan menampilkan hasil real count Pilkada Serentak 2018 oleh KPU.

Ada 8 provinsi yang hasil quick count dan real count-nya akan kami tampilkan dalam bentuk grafis data persentase, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan. Data pilkada 8 provinsi tersebut akan ditampilkan secara real time sesuai data yang masuk ke masing-masing lembaga quick count mulai 27 Juni besok siang. Caranya memantaunya mudah, tinggal arahkan kursor atau jempol Anda ke kolom “pilih daerah” pada laman pilkada.detik.com, klik daerah pilihan, hasil hitung cepat pun akan tampil di layar Anda.

Ada 8 provinsi yang data quick count-nya bisa Anda lihat dalam bentuk grafis persentase secara real time sesuai jumlah data yang masuk ke lembaga penggelar quick count.Ada 8 provinsi yang data quick count-nya bisa Anda lihat dalam bentuk grafis persentase secara real time sesuai jumlah data yang masuk ke lembaga penggelar quick count.

Bagaimana dengan daerah lain di luar 8 provinsi di atas? Jangan khawatir pembaca, informasi soal hasil perhitungan cepat wilayah lain, termasuk pilkada kabupaten/kota, akan kami tampilkan dalam bentuk artikel berita. Anda tak akan ketinggalan informasi hasil Pilkada Serentak 2018 di detikcom.
(tor/van)

Sumber Berita: detik.com

Jawab Fahri soal Modal Nyapres Jokowi, PDIP Singgung Masa Lalu

JakartaPDIP menyinggung malpraktik di masa lalu terkait pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal modal nyapres Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut PDIP, pernyataan Fahri itu juga bisa dinilai dari 2 sisi.

“Pernyataan yang didasarkan pada asumsi, spekulasi dan imajinasi teoretis seperti itu sulit ditanggapi. Sebagai pernyataan deduktif, itu pernyataan yang logis. Ada unsur petahana, ada unsur nilai pembangunan infrastruktur yang besar, dan sebagainya. FH (Fahri Hamzah) membuat konklusi atas dasar malpraktik masa lalu, untuk memprediksi masa depan,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada detikcom, Senin (25/6/2018).

Namun, Hendrawan tak menjelaskan secara rinci apa maksud malpraktik masa lalu yang ia katakan. Dia kemudian menilai ucapan Fahri itu dramatisasi berlebihan dan mengatakan harusnya Fahri percaya dengan transprasi serta kontrol publik dalam demokrasi.

“Tapi, itu dramatisasi berlebihan. FH harus percaya bahwa demokrasi sedang bersemi. Demokrasi adalah sistem yang berjalan bersama dengan transparansi, partisipasi, akuntabilitas dan kontrol publik,” ucapnya.

Hendrawan kemudian mempertanyakan maksud dari ucapan Fahri itu. Dia menilai Fahri mungkin sudah putus asa hingga menganggap semua lembaga negara merupakan kemah para pencuri.

“Atau FH sudah sedemikian putus asa, dan menganggap masyarakat sudah lama terlelap, dan semua lembaga negara merupakan kemah para pencuri (den of thieves)?” ujar Hendrawan.

Sebelumnya, Fahri menyebut dalam Pilpres 2019 mendatang calon presiden yang memiliki dana paling besar adalah Jokowi sebagai petahana. Pembangunan yang masif dibangun oleh Jokowi dinilai akan membuat para pemodal dengan sukarela menyumbang.

“Nanti di Pilpres ini yang paling banyak duitnya memang Pak Jokowi. Karena dia incumbent, on going project nya banyak, bayangkan ini proyek bikin jalan tol di mana-mana. Ini kan pelabuhan airport segala macem. Itu kasnya banyak. Orang-orang yang dapat fee itu kan pasti mau nyumbang kepada penguasa,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
(haf/haf)

Sumber Berita: detik.com

Cerita Anak Petani Jadi Wisudawan Terbaik UMI Makassar

Makassar – Haerani (22) lulus dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sebagai predikat mahasiswa terbaik. Dia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,91.

Ada cerita soal perjuangannya meraih prestasi tersebut. Haerani tetap semangat meski sempat terhambat biaya kuliah.

“Jujur saya terharu tidak sangka dapat menjadi mahasiswa terbaik tahun 2018 di UMI Makassar, karena bapakku hanya sebagai petani di Kampung Pinrang dan mama itu IRT (ibu rumah tangga). Saya tidak bayangkan apalagi banyak saingan,” kata Haerani saat ditemui di Wisuda UMI Makassar, Hotel Sheraton, Jalan andi Djemma, Minggu (24/6/2018).


Dia menceritakan masa sulitnya sebagai mahasiswa UMI Makassar sejak kuliah tahun 2014 lalu. Saat itu Haerani tak memiliki biaya untuk kuliah. Orang tuanya harus meminjam uang untuk menguliahkan anaknya.

Hal ini membuat wanita kelahiran 1996 ini semangat meraih prestasi di bangku kuliah. Haerani kuliah S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam.

“Bapakku sebagai seorang petani, bapakku cuman berpesan agar meraih pendidikan karena dari awal dia liat saya semangat sekolah. Uang juga tidak ada jadi harus pinjam dulu, nanti kalau sudah panen uangnya diganti,” jelasnya.

Pihak kampus memberikan keringanan biaya untuk Haerani melanjutkan studi S2Pihak kampus memberikan keringanan biaya untuk Haerani melanjutkan studi S2 (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Mustakim dan Nursia ini berharap cita-citanya bisa tercapai. Dia berencana akan bekerja di pengadilan sebagai panitera.

“Kalau cita-cita bisa bekerja di pengadilan mendampingi hakim sebagai panitera,” tutupnya.

Prestasi sebagai mahasiswa terbaik pun membuat pihak kampus memberinya keringanan biaya untuk melanjutkan pendidikan S2. Rektorat UMI memberi potongan harga sebesar 50 persen.

“Kita beri penghargaan bagi yang terbaik hari ini, kita beri hadiah. Kita juga kasih potongan 50 persen bagi yang mau lanjut di UMI Makassar,” kata Rektor UMI Makassar, Masrurah Mochtar.

Sedikitnya 3.323 mahasiswa UMI Makassar diwisuda tahun ini. Rektor UMI berharap para alumni bisa mengharumkan nama UMI, bekerja dan mengabdi demi nusa dan bangsa.
(jbr/jbr)

Sumber Berita: detik.com

11.642 Personel TNI-Polri Siap Amankan Pilkada Kalbar

Jakarta – Polri dan TNI mengerahkan belasan ribu personel untuk mengamankan Pilkada di Kalimantan Barat (Kalbar). Pesta demokrasi di daerah tersebut diharapkan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“11.658 TPS di Kalbar akan kita jaga dengan perkuatan 11.642 personel Polri/TNI dengan harapan Pilkada 2018 berjalan dengan aman, lancar dan sukses yang dapat dirasakan langsung oleh kita semua, “kata Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono dlaam keterangannya, Sabtu (23/6/2018).

Didi menerangkan jajarannya telah menggelar sejumlah persiapan pengamanan Pilkada mulai dari sispamkota, latihan Tactical Floor Game (TFG) pengamanan Pilkada dengan menggunakan alat peraga dan menggunakan pasukan yang dilaksanakan di enam wilayah yang melaksanakan Pilkada di Kalbar. Selain itu, 1.104 personel bantuan dari Polda Kalbar telah disebar ke enam wilayah Pilkada untuk mendukung pengamanan dari Polres.

“Personel sudah bergeser ke wilayah tugasnya dan H-1 nanti anggota sudah berada di tempat pemungutan suara (TPS) untuk memantau kesiapan TPS sekaligus mengenali lingkungan sekitar, masing-masing personel segera melakukan pengenalan wilayah, termasuk mengenali ketua KPPS, Ketua PPK, serta TPS-nya. Personel juga harus melakukan pengecekan TPS, memenuhi syarat atau tidak,” terangnya.
Didi menjelaskan semua elemen masyarakat di Kalbar telah sepakat untuk menciptakan proses pemilihan yang damai. Dia pun yakin Pilkada 2018 ini tak akan dinodai oleh hal-hal yang negatif.

“Insyaallah Kalbar Aman, tak perlu ada yang dikhawatirkan, kita semua selalu bersinergi duduk bersama, kami bersama TNI, KPU, Banwaslu, Pemda dan seluruh Komponen masyarakat Kalbar siap untuk mengamankan, mengawal dan mensukseskan Pesta Demokrasi ini” ujarnya.

Pilkada di Kalbar ini akan digelar di enam wilayah kota dan kabupaten. Untuk Pilgub Kalbar, ada tiga pasangan calon yang berkontestasi yaitu Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot yang diusung PDI-P, Demorat, dan PKPI; Sutarmidji-Ria Norsan yang diusung Golkar, Nasdem, PKB, PKS, Hanura; serta Milton Crosby-Boyman Harun yang diusung Gerindra dan PAN.

(knv/dnu)

Sumber Berita: detik.com